Masih membekas jelas dalam
ingatan. Tiap kata dalam kalimat yang mereka ucapkan. Aku bukan membeli, tapi
aku meminta. Karna aku tidak punya biaya untuk membelinya. Tiada dayaku. Aku
hanya punyai aku. Jiwaku. Milik-Mu. Bolehkah jika kupinta yang lebih baik
dariku? Diriku mau, tapi tidak cukup berani. Hanya Engkau yang tahu. Biarkan
sekarang ku coba rangkai jiwaku menjadi taman indah untuk memuat nyaman
kupu-kupu itu. Meski tak seindah tamannya, tak semegah dan senyaman taman
mereka, tapi ini milikku, usahaku, dan jerih payahku. Kiranya bolehlah kupinta
kupu-kupu cantik mendiaminya. Hingga setiap metamorfosis kutemani ia. Kiranya,
bolehkanlah aku.... Wahai Sang Pemilik kupu-kupu-ku.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar