Tak lama setelah itu, Lana kembali terpaku. Syal biru dilehernya tak mampu mencairkan kebekuan yang begitu memonopoli suaranya. Berat mengatakan itu. Debur ombak malam ini pun sungguh pilu di telinga. "Adakah mereka mendatangiku, mengambil lirihku dan menenggelamkannya?"
Tidak ada komentar:
Posting Komentar