22 Sep 2012

CINTAMU, IBU



Cintamu menghangatkan angin
Mendinginkan terik mentari
Melembutkan badai
Melembabkan kemarau

Cintamu bukan semu
Bukan topeng
Bukan palsu
Bukan sekedar tameng

Cintamu nyata
Terpatri dalam hati
Tersentuh oleh nurani
Tercermin dalam tatap

Cintamu,
Dinamis namun bukan metamorfosis
Cara lawas namun klasik
Tak perlu kenal arus modern masa kini
Cintamu bukan untuk untuk mengikuti jaman
Karena cintamu kini, kemarin, dulu, waktu itu, esok, lusa,
selamanya melingkupi aku

Kau
Ibu

Tidak ada komentar:

Posting Komentar