Cintamu
menghangatkan angin
Mendinginkan
terik mentari
Melembutkan
badai
Melembabkan
kemarau
Cintamu
bukan semu
Bukan
topeng
Bukan
palsu
Bukan
sekedar tameng
Cintamu
nyata
Terpatri
dalam hati
Tersentuh
oleh nurani
Tercermin
dalam tatap
Cintamu,
Dinamis
namun bukan metamorfosis
Cara
lawas namun klasik
Tak
perlu kenal arus modern masa kini
Cintamu
bukan untuk untuk mengikuti jaman
Karena
cintamu kini, kemarin, dulu, waktu itu, esok, lusa,
selamanya
melingkupi aku
Kau
Ibu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar